1.
Buatlah karangan eksposisi, argumentasi, deskripsi, narasi,
persuasi!
A.
Karangan
Eksposisi :
“Memelihara
Ikan”
Ikan merupakan salah satu binatang yang biasa dipelihara oleh
manusia. Ikan sangat beragam mulai dari warna, jenis juga harganya. Dengan
memelihara ikan, akan memberikan ketenangan,kesegaran bagi pemiliknya begitu
juga orang melihatnya. Dalam memelihara ikan kita harus berhati-hati, karena
jika perawatannya tidak sesuai maka ikan air tawar, jenis dan warna ikan air
laut juga lebih beragam.
Untuk memelihara ikan, hal pertama yang harus disiapkan yaitu
akuarium. Akuarium harus ditata seindah mungkin dan sesuai dengan keadaan
sebenarnya, dengan begitu ikan-ikan akan merasa betah. Setelah akuarium diisi
dengan air, selanjutnya ikan dimasukan ke akuarium tersebut. Dalam memilih ikan
sebaiknya yang masih segar, dan kondisinya baik tanpa ada cacat ataupun
goresan.
Dalam memberi makan ikan harus teratur,jangan terlalu banyak karena
akan membuat air keruh, oleh dan ikan akan mati. Memberi makanikan sebaiknya
dilakukan tiga atau sampai empat kali sehari, pilihlah makanan ikan yang sesuai
dan bergizi.
Air untuk ikan air tawar makin lama makin keruh, oleh karena itu harus diganti minimal sekali dalam seminggu. Ketika mengganti air akuarium, ikan-ikan harus dipindahkan terlebih dahulu ke dalam ember yang berisi air bersih.
Air untuk ikan air tawar makin lama makin keruh, oleh karena itu harus diganti minimal sekali dalam seminggu. Ketika mengganti air akuarium, ikan-ikan harus dipindahkan terlebih dahulu ke dalam ember yang berisi air bersih.
Hati-hati dalam memilih jenis ikan, jangan sampai ikan yang besar
disatukan dengan ikan kecil, bisa-bisa ikan besar tersebut memangsa ikan kecil.
Akuarium juga dapat diletakan diruang tamu, hal ini dapat memberikan nilai
tambahyaitu membuat asri suasana dan juga memberikan kesegaran bagi orang yang
melihatnya. Kesegaran yang diberikan oleh pemandangan di akuarium dapat membuat
orang yang stress menjadibugar,dan bersemangat kembali.tak heranlah banyak
orang yang mempunyai hobi memelihara ikan, baik ikan air tawar maupun ikan air laut.
B.
Karangan Argumentasi :
“Kesuburan tanah”
Mempertahankan kesuburan tanah merupakan syarat mutlak bagi
tiap-tiap usaha pertanian. Selama tanaman dalam proses menghasilkan, kesuburan
tanah ini akan berkurang. Padahal kesuburan tanah wajib diperbaiki kembali
dengan pemupukan dan penggunaan tanah itu sebaik-baiknya. Teladan terbaik
tentang cara menggunakan tanah dan menjaga kesuburannya dapat kita peroleh pada
hutan yang belum digarap petani.
Kesuburan tanah sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanamanbagi
para petani. Tak hanya baik bagi kesuburan tanah tapi juga akan memperbaiki
kualitas dari tanaman sehingga akan mampu menghasilkan niali rupiah yang baik
bagi petani.
C. Karangan
Deskripsi :
“Apotik”
Siang itu aku sedang duduk santai di sofa empuk di dalam apotik
milikku yang baru saja dibuka. Apotik ini adalah impianku sejak aku kuliah di
Farmasi dulu. Sekarang aku memandang puas pada usahaku selama ini. Aku bisa
mendirikan apotik di kota kelahiranku.
Apotik ini cukup luas, beberapa rak besar tempat obat-obatan
berjejer rapi dengan kemasan-kemasan obat warna-warni yang dikelompokkan
menurut farmakologinya dan disusun alfabetis. Pandangan saya tertuju pada rak
buku di pojok ruangan yang berisi buku-buku tebal. Ku ambil satu buku yang
disampulnya tertulis Informasi Spesialis Obat atau yang biasa disebut kalangan
farmasi dengan buku ISO.
Setelah ku pandangi aku tersenyum dan mengembalikannya ke tempat
semula. buku ini adalah buku pertama yang kubeli saat aku kuliah dulu. Aku
memandang lagi secara keseluruhan apotik ini, sebuah televisi 14 inci dan
sebuah computer di meja kasir. Hembusan angin dari AC cukup membuat udara
terasa sejuk di bulan Mei yang panas ini.
D. Karangan
Narasi :
“Kesialan ku”
Tepat pukul 11.00 WIB pekan lalu, aku barupulang dari kuliah.
Seperti biasanya aku pulang kerumah naik ojek yang beraa didepan kampusku.
Kebetulan saat itu matahari sangat terik-teriknya sehingga hawa panas
menyelimuti tubuhku dan lagi ditambah rasa lapar yang sejak tadi menghantuiku,
membuat suasana saat itu tak mengenakkan untukku.
Diperjalanan menuju kerumah terselip kejadian lucu, ternyata ojek
yang aku naiki salah jalan. Tadinya aku sempat kesal namun setelah ia berbicara
untuk menanyakan jalan yang benar, ia menggunakan logat bahasa jawa yang tak ku
mengerti. Tanpa sengaja aku tertawa kecil. Namun aku nalar saja maksudnya
adalah menanyakan jalan yang benar. Kejadian tersebut cukup membuat ku geli
disaat terik matahari yang kian menusuk tubuhku.
Sesampainya dirumah kesialan kembali menerpaku. Ternyata rumahku
masih terkunci, tak seorangpun yang berada didalam rumah dan kebetulan saat itu
aku tidak membawa kunci cadangan. Kembali aku merasa sangat kesal saat itu. Akhirnya
aku menunggu untuk beberapa menit sampai orang tua ku kembali. 10 menit pertama
telah berlalu, aku masih duduk di kursi teras depan rumahku. 10 menit
berikutnya pun telah berjalan tanpa kusadari, lagi-lagi tak kujumpai orang rua
ku kembali.
Setelah hampir 40 menit aku menunggu dengan rasa bosan. Terbesit
sekilas dalam pikiranku untuk menghubungi orang tua ku. Akhirnya aku
menghubungi orang tua ku. Aku heran mengapa hal ini tak terpikirkan olehku
sejak tadi, mungkin karena terlalu emosi sehingga hal sekecil itu tak lagi
terpikirkan olehku.
E. Karangan
Persuasi :
“Sistem Pendidikan Indonesia”
Sistem pendidikan di Indonesia yang dikembangkan sekarang ini masih
belum memenuhi harapan. Hal ini dapat terlihat dari keterampilan membaca siswa
kelas IV SD di Indonesia yang berada pada peringkat terendah di Asia Timur
setelah Philipina, Thailand, Singapura, dan Hongkong.
Selain itu, berdasarkan penelitian, rata-rata nilai tes siswa SD
kelas VI untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA dari tahun
ke tahun semakin menurun. Anak-anak di Indonesia hanya dapat menguasai 30%
materi bacaan. Kenyataan ini disajikan bukan untuk mencari kesalahan penentu
kebijakan, pelaksana pendidikan, dan keadaan yang sedang melanda bangsa, tapi
semata-mata agar kita menyadari sistem pendidikan kita mengalami krisis.
Oleh karena itu, semua pihak perlu menyelamatkan generasi mendatang.
Tidak hanya dari pemerintah sebagai penyedia sumber pendidikan, namun yang
lebih penting adalah kesadaran dari berbagai pihak. Termasuk anak itu sendiri.
Hal tersebut dapat memperbaiki sistem pendidikan nasional.
2. Jelaskan
perbedaan dan persamaan ke -5 karangan tersebut!
|
Karangan
|
Perbedaan
|
|
1.
Eksposisi
|
Isi karangan ini ditulis dengan tujuan untuk
menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat,
akurat dan padat
|
|
2.
Argumentasi
|
Isi karangan ini ditulis dengan tujuan untuk meyakinkan
atau membujuk pembaca.
|
|
3.
Deskripsi
|
Isi karangan ini ditulis dengan menggambarkan sesuatu
(objek) secara terperinci atau mendetil sehingga tampak seolah-olah pembaca
melihat, mendengar dan merasakannya sendiri.
|
|
4.
Narasi
|
Isi karangan ini ditulis dengan menceritakan atau
mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolah-olah pembaca
mengalami peristiwa itu sendiri.
|
|
5.
Persuasi
|
Isi karangan ini ditulis dengan tujuan untuk mempengaruhi
pembaca untuk berbuat sesuatu. Karangan ini biasa nya berisi tentang ide,
gagasan, atau pendapat penulis disertai himbauan atau ajakan kepada orang
lain.
|
Persamaan 5 karangan ini adalah :
3. Jelaskan
pembagian karangan eksposisi dengan memberikan contohnya!
1. Karangan Eksposisi Definisi
Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit
dengan cara memasukkan oksigen ,murni dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh
melalui darah. Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat bagi
kesehatan, baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita maupun sebagai
pencegah penyakit.
2. Karangan Eksposisi Klasifikasi
Pemerintah akan memberikan bantuan pembangunan
rumah atau bangunan kepada korban gempa. Bantuan pembangunan rumah atau
bangunan tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakannya. Warga yang rumahnya
rusak ringan mendapat bantuan sekitar 10 juta. Warga yang rumahnya rusak sedang
mendapat bantuan sekitar 20 juta. Warga yang rumahnya rusak berat mendapat
bantuan sekitar 30 juta. Calon penerima bantuan tersebut ditentukan oleh aparat
desa setempat dengan pengawasan dari pihak LSM.
3. Karangan Eksposisi Proses
Sampai hari ke-8, bantuan untuk para korban gempa
Yogyakarta belum merata. Hal ini terlihat di beberapa wilayah Bantul dan Jetis.
Misalnya, di Desa Piyungan. Sampai saat ini, warga Desa Piyungan hanya makan
singkong. Mereka mengambilnya dari beberapa kebun warga. Jika ada warga yang
makan nasi, itu adalah sisa-sisa beras yang mereka kumpulkan di balik
reruntuhan bangunan. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa bantuan pemerintah
kurang merata.
4. Karangan Eksposisi Ilustrasi
Menurut undang-undang ketenagakerjaan semua
perusahaan diwajibkan menjamin keselamatan dan kesehatan setiap setiap tenaga
kerjanya. Jam kerja para karyawan ditentukan. Biasanya 8 jam sehari. Tiga jam
setelah bekerja, mereka diberikan kesempatan untuk istirahat selama lebih
kurang 15 menit. Waktu istirahat digunakan untuk minum dan menikmati makanan
kecil. Selelah itu mereka bekerja kembali. Selain itu, para pekerja diwajibkan
mengenakan masker, khususnya di tempat kerja yang berasap, berdebu, dan berbau.
5. Karangan Eksposisi Perbandingan/ Pertentangan
Pasca gempa dengan kekuatan 5,9 skala richter,
sebagian Yogyakarta dan Jawa Tengah luluh lantak. Keadaan ini mengundang
perhatian berbagai pihak. Bantuan pun berdatangan dari dalam dan luar negeri.
Bantuan berbentuk makanan, obat-obatan, dan pakaian dipusatkan di beberapa
tempat. Hal ini dimaksudkan agar pendistribusian bantuan tersebut lebih cepat.
Tenaga medis dari daerah-daerah lain pun berdatangan. Mereka memberikan bantuan
di beberapa rumah sakit dan tenda – tenda darurat.
6. Karangan Eksposisi Laporan
Sebenarnya, bukan hanya ITS yang menawarkan rumah
instan sehat untuk Aceh atau dikenal dengan Rumah ITS untuk Aceh (RI-A). Pusat
Penelitian dan Pengembangan Permukiman Departemen Pekerjaan Umum juga
menawarkan “Risha” alias Rumah Instan Sederhana Sehat. Modelnya hampir sama,
gampang dibongkar-pasang, bahkan motonya “Pagi Pesan, Sore Huni”. Bedanya,
sistem struktur dan konstruksi Risha memungkinkan rumah ini berbentuk panggung.
Harga Risha sedikit lebih mahal, Rp 20 juta untuk tipe 36. akan tetapi, usianya
dapat mencapai 50 tahun karena komponen struktur memakai beton bertulang,
diperkuat pelat baja di bagian sambungannya. Kekuatannya terhadap gempa juga
telah diuji di laboratorium sampai zonasi enam.
SELESAI ☺
Tidak ada komentar:
Posting Komentar